
Franc Swiss kini memimpin sebagai mata uang terkuat di dunia, mencapai level tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Sejak awal 2026, franc menguat sekitar 3,5% terhadap dolar AS, melanjutkan reli 12,7% sepanjang 2025.
Penguatan ini dipicu ketidakpastian global, kebijakan perdagangan AS yang fluktuatif, dan meningkatnya tensi geopolitik, membuat investor berburu aset safe haven. Ketua Swiss National Bank, Martin Schlegel, mengakui bahwa penguatan franc justru menyulitkan kebijakan moneter, apalagi inflasi di Swiss hanya 0,1% dan suku bunga acuan 0%.
Meski menghadapi risiko bagi sektor ekspor, para pakar menilai franc Swiss akan tetap tangguh sepanjang 2026. “Franc Swiss adalah mata uang terkuat dunia dalam jangka panjang,” ujar Lloyd Harris dari Premier Miton Investors.


