
Kilang minyak RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, resmi beroperasi dengan investasi US$7,4 miliar (Rp123 triliun). Proyek ini menyerap 24.000 tenaga kerja, meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari, serta menghasilkan BBM berkualitas Euro V.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proyek ini mampu menambah PDB nasional hingga Rp514 triliun per tahun dan menghemat devisa lebih dari Rp60 triliun berkat surplus produksi BBM. Porsi produk bernilai tinggi meningkat dari 75,3% menjadi 91,8%, mendukung kemandirian energi dan hilirisasi migas nasional.
RDMP Balikpapan juga menjadi simbol keberhasilan strategi hilirisasi, melalui unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mengubah residu menjadi produk bernilai tambah tinggi.
