
Tim SAR gabungan mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, karena hujan deras, kabut tebal, dan medan curam menghambat evakuasi korban pesawat ATR 42-500.
Basarnas menyiapkan dua opsi evakuasi: jalur udara dengan helikopter Caracal menggunakan metode hoist atau jalur darat oleh tim SAR gabungan. Selain korban, bagian pesawat juga akan diangkat untuk investigasi KNKT.
Pesawat PK-THT membawa 10 orang, termasuk tiga pegawai KKP. Hingga saat ini, satu korban laki-laki berhasil dievakuasi melalui jalur pendakian dan sedang diidentifikasi.
