Erupsi Anak Krakatau Pupuskan Harapan di Kualanamu

Diposting pada

Jakarta – Suasana ruang tunggu Bandara Internasional Kualanamu, Dei Serdang, Sumatera Utara (Sumut), tampak diselimuti ketidakpastian. Di balik deretan kursi yang padat, raut wajah lelah dan bingung tak dapat disembunyikan oleh ratusan calon penumpang yang harus merelakan penerbangannya batal akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hingga Senin (7/9/2026), sebanyak 24 penerbangan tercatat batal, menambah panjang daftar puluhan penerbangan yang sebelumnya sudah dihentikan sejak Minggu (6/9/2026).

Rasa kecewa berat merayapi para calon penumpang yang menggantungkan harapannya pada jadwal penerbangan rute Jakarta dan sekitarnya.

Nuri, salah seorang penumpang tujuan Jakarta, tak mampu menyembunyikan kebingungannya setelah dua hari berturut-turut gagal mengudara. Ia menuturkan rasa frustrasinya karena ada urusan penting yang harus diselesaikan di ibu kota pada hari itu.

“Sudah bingung aku, sejak Minggu kemarin pesawat sudah cencel, tujuan Jakarta, padahal saya hari ini Senin, saya harus sampai, malah di cencel lagi,” ujar Nuri dengan raut wajah penuh kekecewaan.

Meskipun harus menelan pil pahit karena urusannya tertunda, Nuri memilih untuk pasrah menghadapi kondisi alam yang tak bisa diprediksi. Dengan nada bicara yang melemah, ia menaruh harapan agar erupsi Gunung Anak Krakatau segera reda sehingga penerbangan dapat kembali dibuka.

“Pasrah lah saat ini, sudah dua hari menunggu jadwal terbang, infonya lagi masih cencel,” sebut Nuri lirih.

Pihak pengelola bandara membenarkan bahwa gangguan penerbangan ini murni disebabkan oleh faktor keselamatan udara akibat abu vulkanik yang masih membahayakan rute penerbangan, khususnya menuju wilayah Jakarta, Bandung, hingga Lampung. Penghentian sementara operasional di beberapa bandara tujuan membuat jadwal penyesuaian terus bergerak dinamis.

“Sejauh ini masih belum normal khususnya ke Jakarta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Untuk penerbangan ke Jakarta, sesuai informasi yang kami peroleh per hari ini Senin, masih ditutup hingga pukul 18.00 WIB,” kata Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi Mohamad Hikmat Hidayat melalui staf Humas Zul Andrika.