Disanksi UEFA, Prestianni Mau Tuntut Vinicius dan Mbappe!

Diposting pada

Gianluca Prestianni mau menuntut Vinicius Junior dan Kylian Mbappe usai mendapat sanksi dari UEFA. Pemain Benfica itu mengajukan pengaduan pencemaran nama baik.
Prestianni dituduh menghina Vinicius secara rasial dalam laga Benfica vs Real Madrid di Lisbon akhir pekan lalu. Tudingan itu diperkuat dengan klaim Mbappe yang mendengar pemain asal Argentina itu memanggil Vinicius ‘monyet’ 5 kali.

Real Madrid mengirim laporan dugaan rasisme yang menimpa Vinicius ke UEFA, yang kemudian membentuk tim investigasi. Prestianni disanksi larangan bermain dalam leg kedua Benfica kontra Real Madrid di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026).

Sanksi yang diterima Prestianni masih bersifat sementara selagi kasus terus diselidiki. Benfica mengajukan banding atas hukuman yang didapat pemainnya itu ke UEFA.

Gianluca Prestianni dengan tegas membantah dirinya menghina Vinicius secara rasial. Dia mengklaim memanggil pemain asal Brasil itu ‘homo’ dan bukan ‘mono’ (monyet dalam bahasa Spanyol).

Menukil El Chiringuito, Prestianni berniat mengajukan tuntutan kepada Vinicius dan Mbappe ke UEFA, FIFA, dan otoritas peradilan Portugal. Pemain berusia 20 tahun itu merasa tuduhan rasis yang dilakukannya tidak benar dan merusak reputasinya.

Prestianni memang bisa mengambil tindakan hukum terkait masalah ini. Dia bisa melaporkan pencemaran nama baik yang merusak reputasi dan kesaksian palsu terhadap Vinicius dan Mbappe.

Faktor kunci dari tuntutan balik Prestianni yakni keputusan final UEFA. Apabila hasil investigasi menyebut dirinya tidak bersalah, maka langkah hukum menuntut Vinicius dan Mbappe bisa dilakukan.

Prestianni tak cuma bisa menuntut balik Vinicius dan Mbappe terkait pencemaran nama baik. Dia juga berhak atas kompensasi finansial dan permintaan maaf secara publik dari 2 penggawa Real Madrid tersebut.