Daerah Aliran Sungai Peusangan Aceh Berubah PascaBencana, Habitat Gajah Sumatera Terdampak

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh mengalami perubahan bentang alam pascabencana yang terjadi di Sumatera, termasuk ekosistem gajah sumatera yang ikut berubah.

Dalam pantauan, sungai Peusangan kini mengalami longsor di beberapa titik dan perluasan lebar aliran sekitar 200 meter.

Menurut Wahdi, penjaga gajah jinak di CRU Das Peusangan Wahdi di Desa negeri Antara, menuturkan bahwa perubahan lanskap sungai menghilangkan sejumlah area pakan dan lokasi sumber air yang selama ini menjadi rute rutinitas hewan-hewan tersebut.

“Kalau kondisi setelah bencana itu memang ada sedikit perubahan, karena gajah-gajah jina ini kita cari makannya, dan ada beberapa tempat yang memang tempatnya sudah hilang, sudah kena longsor,” ujar Wahdi, melansir Antara, Senin 23 Februari 2026.

“Sama tempat yang biasanya kami kasih minum, sehingga kami tidak bisa turun lagi ke tempat itu, karena sudah jadi semacam tebing,” sambung dia.

Gajah merupakan hewan yang mempunyai ingatan spasial yang membuat mereka cenderung setia dan dapat melakukan kebiasaan turun-temurun. Dengan kondisi ekosistem ini dapat berpotensi mengganggu pola perilaku dan kebiasaan kawanan gajah.

Conservation Respon Unit (CRU) Daerah Aliran Sungan (DAS) Peusangan, saat ini mempunyai tiga ekor gajah Sumatera jinak dengan usia rata-rata sekitar 35 tahun. Perawatan hewan-hewan tersebut membutuhkan ketekunan, seperti mandinya dua kali sehari.