Kisah Guru Sekolah Rakyat di Bekasi, Saksikan Semangat Belajar Siswa di Tengah Keterbatasan
Bekasi – Program Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya pemerintah membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik proses belajar yang berlangsung setiap hari, para guru menjadi bagian penting dalam membangun semangat dan harapan para siswa untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Salah satu pengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Haikal, membagikan kisah perjalanannya menjadi guru di sekolah tersebut. Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu mengaku tertarik bergabung karena sejak lama memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan isu kesejahteraan sosial.
“Saya memang dari dulu tertarik dengan kesejahteraan sosial dan juga dunia pendidikan. Di Sekolah Rakyat ini, dua-duanya bisa saya jalani sekaligus,” ujar Haikal.
Tertarik Bergabung karena Misi Sosial dan Pendidikan
Haikal menjelaskan dirinya mengetahui informasi rekrutmen Sekolah Rakyat ketika sedang menunggu hasil seleksi guru di sekolah lain. Ia kemudian mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes psikologi, tes bahasa Inggris, hingga wawancara.
Setelah dinyatakan lolos, Haikal ditempatkan sebagai guru sejarah di SRMA 13 Bekasi.
Awalnya, ia sempat memiliki kekhawatiran mengenai proses belajar siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi berbeda. Namun pandangannya berubah setelah bertemu langsung dengan para murid.
“Awalnya saya berpikir mungkin akan berbeda. Tapi setelah bertemu langsung, ternyata sama saja seperti anak-anak sekolah lainnya. Semangat belajarnya juga luar biasa,” katanya.
Kisah yang Membekas Saat Mengunjungi Rumah Siswa
Bagi Haikal, pengalaman paling berkesan justru ketika dirinya mengunjungi rumah beberapa siswa. Ia melihat langsung kondisi tempat tinggal yang sangat sederhana dan terbatas.
Bahkan, ada siswa yang tinggal di rumah satu ruangan tanpa tempat khusus untuk belajar. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam menuntut ilmu.
“Ketika saya datang ke rumahnya, saya sampai berpikir mereka belajar di mana. Rumahnya hanya satu ruangan untuk semuanya. Tapi begitu di sekolah, semangat belajar mereka luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Haikal, para siswa bahkan masih meminta tambahan waktu belajar kepada wali asuh meski kegiatan kelas telah selesai.
Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Pembelajaran
Dalam proses belajar-mengajar, Sekolah Rakyat memanfaatkan berbagai fasilitas digital seperti laptop dan smart board untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif.
Meski begitu, Haikal mengungkapkan masih ada tantangan karena sebagian siswa belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi.
“Kadang ada sedikit kendala karena mereka belum terbiasa menggunakan laptop atau teknologi pembelajaran. Tapi justru di situ proses belajarnya berjalan. Mereka jadi perlahan lebih melek teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan fasilitas digital membantu guru menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif. Akses internet di sekolah juga tetap diawasi dengan pembatasan media sosial agar siswa lebih fokus belajar.
Pendidikan Karakter Jadi Bagian Penting
Tidak hanya fokus pada akademik, Sekolah Rakyat juga menanamkan pendidikan karakter melalui pembiasaan adab dan disiplin sehari-hari.
Salah satu budaya yang diterapkan adalah 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.
“Setiap pagi anak-anak dibiasakan salim dengan guru. Kami selalu mengingatkan bahwa adab itu lebih tinggi daripada ilmu,” ujar Haikal.
Sebagai sekolah berasrama, Sekolah Rakyat dinilai mampu membantu siswa lebih fokus belajar tanpa gangguan penggunaan telepon genggam. Berbagai kegiatan positif juga disiapkan agar siswa tetap aktif dan produktif setiap hari.
“Banyak anak yang justru lebih suka sibuk. Mereka minta kegiatan terus, mulai dari olahraga sampai nonton film bersama supaya tidak bosan,” tambahnya.
Upaya Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Bagi Haikal, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Menurutnya, siswa tidak hanya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga dukungan penuh untuk mengejar cita-cita mereka di masa depan.
“Anak-anak di sini benar-benar dijamin pendidikannya. Bahkan orang tua mereka juga mendapat pendampingan dan bantuan sosial. Jadi mereka bisa lebih fokus mengejar masa depan,” katanya.
Haikal pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendampingi para siswa yang tetap memiliki semangat belajar tinggi di tengah berbagai keterbatasan hidup.
Kisah lengkap mengenai perjuangan guru dan semangat belajar siswa di SRMA 13 Bekasi dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.










