Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 102 miliar untuk pembongkaran tiang monorel mangkrak sekaligus penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut anggaran itu bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel, melainkan untuk penataan menyeluruh kawasan Jalan HR Rasuna Said.
Pramono merinci, biaya pembongkaran fisik tiang monorel mangkrak tersebut relatif kecil, yakni sekitar Rp 254 juta. Sementara itu, sebagian besar anggaran lainnya dialokasikan untuk penataan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya.
“Saya ingin meluruskan bahwa yang Rp 100 miliar itu bukan motongnya, motongnya hanya Rp 254 juta rupiah,” kata Pramono di kawasan Stasiun LRT Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Penataan
Ia menyebutkan, dana Rp 102 miliar tersebut digunakan untuk penataan jalan, saluran air, trotoar, penerangan jalan umum, hingga penataan taman dan estetika kawasan di Jalan HR Rasuna Said.
“Jadi penataannya yang dibuat adalah penataan dibuat jalan, kemudian saluran trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya dan juga tentunya estetika dari trotoar dan taman-taman yang ada. Sehingga Rp102 miliar itu untuk kebutuhan tersebut. Dan itu sudah dikaji secara mendalam,” jelasnya.
Hingga September
Pramono menerangkan, pembongkaran total 109 tiang monorel yang telah mangkrak selama lebih dari dua dekade itu akan berlangsung hingga September 2026. Dia mengatakan, proyek itu menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menata kembali fasilitas publik yang terbengkalai.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata Pramono.










