Ratusan warga ibu kota terpaksa mengungsi akibat genangan yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta imbas hujan deras pada Senin 12 Januari 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 443 kepala keluarga (KK) dengan total 1.137 jiwa mengungsi hingga Selasa ini.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, pengungsian tersebar di beberapa titik di Jakarta Barat (Jakbar) dan Jakarta Utara, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Semper Barat, Jakarta Utara (Jakut).
“Di Rusun Embrio Semper Barat terdapat 207 KK atau 625 jiwa yang mengungsi,” kata Yohan dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).
Selain Semper Barat, lanjut dia, pengungsi juga tercatat di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat (Jakbar), yang menampung 38 KK atau 153 jiwa.
Yohan mengatakan, pengungsi ditempatkan di Rusun dan RPTRA Alur Anggrek setelah genangan setinggi 30–35 sentimeter merendam permukiman warga akibat curah hujan tinggi.
“Di Jakarta Utara, pengungsian juga terjadi di sejumlah kelurahan. Di Kelurahan Kalibaru, sebanyak 50 KK atau 68 jiwa mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat RW 13. Sementara itu, Kelurahan Sukapura menampung 25 KK atau 91 jiwa di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari,” ucap dia.
Ada pun di Kelurahan Lagoa, lanjut Yohan, total 12 KK atau 25 jiwa mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05.
“Di Kelurahan Warakas, BPBD mencatat 81 KK dengan 175 jiwa mengungsi di tiga lokasi berbeda, yakni Mushola Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushola Al Wasilatul Iman,” papar dia.
Genangan Masih Ada di Jakarta
Menurut Yohan, secara keseluruhan, hingga pukul 08.00 WIB ini genangan masih merendam 22 RT yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 35 sentimeter.
“Selain permukiman, genangan juga merendam lima ruas jalan, terutama di wilayah Jakarta Utara, dengan ketinggian air antara 10 hingga 20 sentimeter,” ucap dia.
Yohan menegaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan sekaligus mengoordinasikan penanganan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
“Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan, memastikan saluran air berfungsi, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat,” terang dia.
“BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah rawan. Selain itu, dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam,” tutup Yohan.










