Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Boncos Rp 2 Triliun per Hari Gara-Gara Harga BBM Tak Naik, Pertamina Kuat Sampai Kapan?

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyoroti kebijakan pemerintah yang menahan penyesuaian harga BBM. Lantaran keputusan itu dikhawatirkan bakal menjadi beban keuangan bagi badan usaha, khususnya Pertamina.

Berkaca pada situasi saat ini, Komaidi menilai pemerintah bakal tetap mempertahankan harga BBM subsidi. Sementara penyesuaian harga untuk BBM non subsidi pun masih situasional.

“Kalau kabar dari teman-teman Pertamina, sampai hari ini belum ada sinyal atau lampu kuning menuju lampu hijau terhadap adjustment,” ujar dia di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Menurut perhitungan ReforMiner Institute, harga jual eceran masing-masing produk BBM saat ini memiliki selisih antara Rp 5-9 ribu per liter dari harga keekonomian. Komaidi dalam hal ini tidak mempermasalahkan nilai kompensasi terhadap Pertamina selaku BUMN penyalur bahan bakar, namun arus kas perseroan di masa mendatang yang masih belum pasti.

“Ini bukan masalah subsidinya, tetapi ini masalah keberlanjutan pengadaannya yang perlu diantisipasi. Kalau subsidi nanti bisa diselesaikan pakai mekanisme kompensasi, katakanlah kalau hari ini enggak bisa mungkin di tahun berikutnya, pakai carry over di tahun berikutnya, itu selesai,” bebernya.

“Tetapi yang jauh lebih mengkhawatirkan dalam konteks ketahanan itu adalah, ada enggak uangnya Pertamina untuk mengadakan di hari atau bulan berikutnya,” dia menekankan.

Exit mobile version