Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan distribusi logistik untuk korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur terus berjalan. Hal ini penting untuk meminimalkan munculnya korban akibat kekurangan logistik di lokasi pengungsian.
“Kami terus bekerja keras dan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lapangan,” ucap Suharyanto dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Berdasarkan catatan BNPB, penanganan bencana di NTT saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan yang harus segera diatasi secara terpadu. Suharyanto mengakui adanya keluhan warga terkait krisis air bersih dan listrik di sejumlah posko, termasuk di Posko Pengungsian Reo, Kabupaten Manggarai.
Minimnya ketersediaan air bersih sangat berdampak pada anak-anak, sementara ketiadaan aliran listrik memaksa pengungsi mengandalkan senter ponsel pada malam hari. Beberapa warga juga terpaksa membangun tenda atau posko darurat secara mandiri karena keterbatasan fasilitas tenda yang disediakan.
“Kami memahami kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di pengungsian. Bantuan logistik presiden telah didistribusikan dengan total bantuan yang dikirimkan sebanyak 411 ton pada 15–19 Agustus 2026,” tegas Suharyanto.

