Liputan6.com, Jawa Barat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, telah mengerahkan dua pesawat untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), demi membantu proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
“Operasi modifikasi ini bukan menghentikan sama sekali, tapi mengurangi. Kita terus berusaha. Tadi rapat dengan BMKG, curah hujan diperkirakan sampai besok jam satu siang masih seperti ini,” kata dia di Bandung, Kamis (29/1/2026).
Seperti dilansir dari Antara, Suharyanto menuturkan, pemerintah pusat juga mulai menggeser sejumlah pesawat dari wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, ke kawasan DKI Jakarta dan Pulau Jawa seiring meningkatnya intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir dan longsor.
“Awalnya fokus di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, dengan sembilan pesawat. Sekarang di sana tinggal empat, lima pesawat digeser ke sini. Satu untuk Jawa Tengah, dua di DKI, dan dua di Jawa Barat,” ungkap dia.
Suharyanto menuturkan, BNPB menargetkan seluruh korban dapat ditemukan dalam waktu tujuh hari pasca kejadian. Namun demikian operasi pencarian dapat diperpanjang sesuai kesepakatan dengan keluarga korban.
“Target kita H+7 seluruh korban ditemukan. Tapi kalau sampai H+7 belum ditemukan, pencarian tetap dilanjutkan. Yang menghentikan pencarian itu bukan kami, tapi keluarga korban,” jelas dia.
Sementara itu Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu menyampaikan kondisi cuaca di sekitar lokasi longsor masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.

