
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan gas tertawa atau Whip Pink yang mengandung dinitrogen oksida (N2O). Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan N2O bukan untuk konsumsi rekreasi karena efek euforia singkatnya disertai risiko serius hingga kematian.
N2O kerap disalahgunakan sebagai inhalan untuk memicu rasa senang atau halusinasi ringan. Namun, penyalahgunaan dapat menyebabkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf permanen, defisiensi vitamin B12, hingga kematian akibat hipoksia.
BNN meminta masyarakat waspada terhadap bentuk penyalahgunaan seperti tabung kecil, cartridge, atau balon hisap, serta mengawasi pergaulan anak dan remaja. Jika menemukan peredaran atau penggunaan ilegal, masyarakat diminta melapor ke BNN melalui layanan 184 atau kepolisian.
BNN juga menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi gratis serta rahasia bagi keluarga yang membutuhkan.
