Bisnis Perjalanan Indonesia Lesu Imbas Efek Domino Konflik Timur Tengah

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) menilai ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak nyata pada industri perjalanan atau bisnis perjalanan, khususnya untuk rute internasional yang bergantung pada jalur transit wilayah tersebut. Pembatalan penerbangan oleh sejumlah maskapai membuat agen perjalanan menghadapi lonjakan pembatalan, terutama untuk perjalanan wisata ke Eropa pada periode puncak Lebaran.

Ketua Umum ASTINDO, Pauline Suharno, mengungkapkan banyak agen perjalanan terpaksa membatalkan paket tur grup akibat terganggunya jadwal penerbangan. “Dengan adanya flight cancellation dari berbagai maskapai Timur Tengah, travel agent banyak yang terpaksa harus cancel group-group terutama ke Eropa di peak season lebaran ini,” kata Pauline kepada Liputan6.com, Kamis (2/4/2026).

Pauline menjelaskan, meskipun data final masih dalam proses pengumpulan, skala pembatalan sudah terlihat signifikan. Dari estimasi awal, sekitar 10 agen perjalanan besar mencatat rata-rata 50 grup yang batal dalam satu musim Lebaran.

Jika satu grup terdiri dari sekitar 40 orang, potensi pembatalan dari agen besar saja bisa mencapai puluhan ribu calon wisatawan. Angka ini belum termasuk kontribusi dari agen kecil dan menengah yang juga aktif menggarap pasar wisata Eropa.

“Untuk pembatalan ya, top ten agent besar itu rata-rata per Lebaran kemarin ada 50 group dalam 1 season x 40 pax x 10 travel. Itu baru agent besar yang rutin buat group ke Eropa, belum lagi yang agen-agen kecil dan menengah,” ungkapnya.

Kondisi ini mencerminkan tingginya ketergantungan perjalanan internasional Indonesia terhadap konektivitas penerbangan via Timur Tengah. Ketika jalur ini terganggu, efek domino langsung terasa pada industri travel, mulai dari pembatalan hingga penjadwalan ulang perjalanan.