JAKARTA, iNews.id – Biodata Affan Kurniawan menjadi sorotan publik setelah tragedi memilukan yang merenggut nyawanya dalam aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI, tepatnya di Jalan Penjernihan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025. Nama Affan mendadak dikenal luas setelah ia, seorang driver ojek online sekaligus mahasiswa, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob.
Berikut biodata Affan Kurniawan, dikutip dari informasi yang beredar di media sosial:
Biodata Affan Kurniawan
Berdasarkan data identitas resmi, berikut biodata Affan Kurniawan:
Nama: Affan Kurniawan
Tempat, Tanggal Lahir: Tanjung Karang, 18 Juli 2004
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat: Jalan Semangoka III, RT 14/RW 09, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat
Agama: Islam
Status: Belum Kawin
Pekerjaan: Pelajar/Mahasiswa (juga bekerja sebagai driver ojek online)
Kewarganegaraan: Indonesia
Golongan Darah: Tidak tercantum
Kronologi Lengkap Meninggalnya Affan Kurniawan
Tragedi Affan Kurniawan bermula saat aksi demonstrasi besar berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Malam itu, aparat Brimob dikerahkan untuk melakukan pengamanan, termasuk mengoperasikan kendaraan taktis Barracuda di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Affan yang saat itu sedang mengantarkan pesanan ojol terjebak di tengah kerumunan massa ketika melintasi area Bendungan Hilir. Dalam situasi kacau, ia terpeleset hingga terjatuh di jalan. Nahas, tubuhnya malah dilindas kendaraan taktis Brimob yang sedang melaju. Affan mengalami luka parah dan meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), nyawanya tidak tertolong.
Kabar kematian Affan segera memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan publik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban. Sementara itu, Propam Polri langsung menyelidiki tujuh personel Brimob yang terlibat dalam operasi pengamanan tersebut.
Keesokan harinya, Jumat (29/8/2025), jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Ribuan driver ojol hadir mengiringi kepergian Affan sebagai bentuk solidaritas. Mereka menuntut keadilan, menegaskan bahwa nyawa rakyat tidak boleh diabaikan hanya karena operasi keamanan negara.
Kasus ini juga mendorong masyarakat sipil dan komunitas ojol meminta Komnas HAM turun tangan, karena diduga terjadi pelanggaran prosedur aparat di lapangan. Hingga kini, kematian Affan menjadi simbol perjuangan atas keadilan dan pengingat keras bahwa aparat harus selalu mengutamakan keselamatan warga sipil.
Biodata Affan Kurniawan kini tak lagi sekadar deretan informasi administrasi. Ia telah menjelma menjadi simbol duka sekaligus perlawanan, memperlihatkan bagaimana seorang rakyat biasa bisa menjadi korban dari aksi represif.