Bikin Hewan Stres dan Trauma, Muncul Petisi Larangan Pesta Kembang Api Selamanya di Jerman

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Banyak tempat merayakan tahun baru dengan menggelar pesta kembang api, tak terkecuali di Jerman. Negara itu bahkan sengaja hanya memperkenankan penjualan kembang api pada tiga hari kerja terakhir, yakni 29, 30, dan 31 Desember. Menurut undang-undang, kembang api hanya boleh dinyalakan pada 31 Desember dan 1 Januari sebagai bagian penting perayaan tahun baru.

Tapi, hal itu tak disambut baik influencer Jerman Malte Zierden. Ia mendukung larangan menyalakan kembang api sepenuhnya dengan alasan bahwa hal itu menyebabkan penderitaan pada hewan.

“Kita bersama-sama menyebabkan penderitaan hewan pada Malam Tahun Baru. Apa yang merupakan momen gembira bagi kita adalah hilangnya kendali sepenuhnya bagi hewan,” kata Zierden kepada Euronews, dikutip Kamis, 1 Januari 2025.

“Suara bising datang tiba-tiba, tidak terduga, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi. Bahkan jika kekacauan hanya berlangsung satu malam, tubuh mereka seringkali tetap siaga tinggi selama berhari-hari.”

Zierden memiliki lebih dari 1 juta pengikut di Instagram melalui pekerjaannya di bidang kesejahteraan hewan dan telah menerbitkan buku anak-anak tentang persahabatannya dengan merpati yang telah meninggal bernama Oßkar. Ia juga melakukan perjalanan ke zona krisis dan perang, termasuk Ukraina, untuk menyelamatkan hewan dari garis depan.

Dalam salah satu misi di Ukraina, ia menemukan anjing-anjingnya yang kini dipeliharanya, Ma dan Thirteen. “Hampir tidak ada perbedaan bagaimana mereka mengalami Malam Tahun Baru,” kata Zierden, sambil menunjuk pada ledakan keras, disorientasi, dan rasa takut yang luar biasa. Bagi banyak hewan, jelasnya, hal itu bisa mengancam jiwa walau tanpa niat jahat.