Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengungkapkan telah menyusun rencana pemulihan jaringan kelistrikan baru dalam menangani daerah bencana. Menyusul pengalaman PLN dalam memulihkan jaringan listrik di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia mengatakan, rencana pemulihan itu menjadi titik balik proses yang selama ini telah dijalankan BUMN penyedia tenaga listrik tersebut. “New contingency power plan ini untuk penanganan bencana ini haruslah komprehensif, haruslah mempertimbangkan skenario-skenario di mana kami tidak pernah terpikirkan di zaman yang dahulu,” ucap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/2026).
Dia mengakui telah belajar dari penanganan jaringan listrik pascabencana Aceh. Apalagi, banyak daerah yang harus padam dalam waktu yang lama imbas jaringan listrik terputus.
“Di dalam senario ini, misalnya bencana Aceh itu kita sebut dengan doomsday scenario, di mana kami tidak pernah terpikirkan bahkan mempertimbangkan bagaimana transmisi dari backbone Sumatera akan terputus ke sistem Aceh,” ujar dia.
Hadirnya skenario ini sekaligus jadi titik balik proses penanganan kerusakan jaringan listrik PLN. Darmawan mengisahkan banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, termasuk terjangan lumpur sisa bencana di infrastruktur milik PLN.
“Kami tidak pernah memikirkan ada ribuan gardu distribusi akan terendam lumpur. Kami tidak pernah memikirkan bahwa ribuan tiang listrik tenaga tegangan rendah kami akan ambruk. Kami tidak pernah terpikirkan bagaimana setelah listrik menyalapun kami tidak bisa menyalakan rumah pelanggan kami, pelayanan publik, karena rumah-rumahnya ribuan rumah-rumah juga tertimbun lumpur,” beber dia.










