Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Bapanas dan Bulog Akselerasi Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng tahun 2026. Program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dan dipastikan tidak ditunda.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan anggaran bantuan sudah tersedia dalam DIPA Bapanas dan Bulog diminta segera menyusun jadwal distribusi nasional.

“Bantuan pangan tidak ditunda. Ini sudah menjadi direktif Bapak Presiden, tentu harus dilaksanakan dan sesegera mungkin. Namun persiapan harus matang karena distribusinya banyak,” ujar Ketut dalam keterangan, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Untuk minyak goreng rakyat Minyakita, kebutuhan tahun ini mencapai 132.980.436 liter. Bapanas mendorong Bulog segera mengumpulkan stok dari skema Domestic Market Obligation (DMO) agar penyaluran bisa cepat dilakukan.

“Kita sedang mengumpulkan alokasi minyak goreng untuk Minyakita. Kalau stok sudah siap, Bulog segera menyalurkan,” katanya.

Perlu diketahui, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah menetapkan alokasi DMO kepada 73 produsen dan meminta koordinasi intensif dengan Bulog. Aturan mewajibkan produsen menyalurkan minimal 35% realisasi DMO ke Bulog atau BUMN pangan sebagai Distributor Lini

Program bantuan pangan ini menelan anggaran Rp11,92 triliun untuk 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Lima provinsi penerima terbesar adalah Jawa Barat (6,09 juta), Jawa Timur (5,63 juta), Jawa Tengah (5,07 juta), Sumatera Utara (1,75 juta), dan Banten (1,29 juta).

Setiap penerima mendapat 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Untuk penyaluran dua bulan sekaligus, Bulog menyiapkan 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.

Exit mobile version