Banjir Sumatera: Dugaan Penebangan Liar, Kemenhut Selidiki Asal Muasal Kayu Hanyut

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak hanya menyisakan lumpur dan duka, tetapi juga misteri tumpukan kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus.

Fenomena yang terjadi ini memicu kecurigaan dari publik dan juga pemerintahan, adanya praktik kejahatan yang terjadi dibalik kerusakan lingkungan tersebut.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kini sedang menyelidiki sumber kayu yang terbawa arus banjir besar di Sumatera. Penyeledikan ini diduga karena adanya penebangan liar dan skema penipuan izin.

“Lokasi yang terdampak banjir bisa berasal dari kayu-kayu pohon tumbang alami, material sungai, hingga lokasi penebangan resmi atau praktik ilegal,” ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dwi Januanto Nugroho, Rabu 3 Desember 2025.

Tragedi banjir yang sangat parah karena dipicu oleh siklon tropis di Selat Malak terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada pekan lalu.

Bencana itu juga memakan korban jiwa mencapai 300 orang dan evakuasi puluhan warga, serta menyebabkan kerusakan yang sangat luas.

Nugroho menjelaskan, timnya sedang mengidentifikasi secara profesional setiap indikasi pelanggaran. Dia memastikan, bukti-bukti kejahatan akan diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku, tanpa terkecuali. penyelidikan ini memastikan setiap penebangan liar dapat dituntut dengan kebijakan yang sesuai.

“Penjelasan kami bukan berarti menyingkirkan kemungkinan praktik ilegal di balik kayu tersebut, tetapi untuk mengklarifikasi sumber-sumber yang sedang kami selidiki dan memastikan bahwa setiap elemen pembalakan liar dituntut,” ujar Nugroho.

“Demi keadilan, kayu yang terbawa arus banjir bisa berasal dari pohon tumbang, area penebangan legal, atau penyalahgunaan izin atas tanah (PHAT) dan penebangan liar,” sambung dia.

Penyelidikan yang dilakukan untuk menganalisis medalam terhadap rantai pasok dan keuangan dibalik dugaan kejahatan kehutanan. Kasus ini semakin kompleks dan terorganisir.