Liputan6.com, Jakarta – Banjir merendam permukiman di Desa Singocandi, Kota Kudus, Jawa Tengah. Banjir dipicu meluapnya debit air Sungai Gelis saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Jumat (9/1/2026) malam.
Debit air yang meningkat mengakibatkan pagar tembok pembatas antara Perumahan Singocandi dan Sungai Gelis roboh sepanjang sekitar 3 meter dengan tinggi 2 meter. Rumah warga tergenang air setinggi kurang lebih 1 meter.
Sebanyak enam kepala keluarga terdampak banjir. Mereka terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat.
Selain di Singocandi, peningkatan debit air Sungai Gelis juga terpantau di sejumlah titik lain yang berada di kawasan barat wisata religi Masjid dan Makam Sunan Kudus.
Kawasan terdampak banjir melanda Dukuh Kuanaran Kelurahan Kajeksan, kawasan Jembatan Taman Siswa Desa Singocandi dan Desa Demaan, Desa Demangan, Desa Demaan RT 4 RW 5, serta Kelurahan Sunggingan.
Di Desa Demangan RT 1 RW 3, peningkatan debit air menyebabkan jalan pinggir Sungai Gelis tergerus dan berlubang sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter.
Namun ketinggian air masih berjarak dari bibir sungai sehingga belum berdampak pada rumah warga.
Kasat Samapta Polres Kudus AKP Noor Alifi melakukan pemantauan di lapangan dan menyiagakan personel di lokasi rawan banjir.
“Kami lakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan,” kata Alifi.
Hingga berita ini tayang, cuaca di Kota Kudus masih mendung dengan potensi hujan. Polisi mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melapor jika terjadi keadaan darurat.










