Banjir tinggi masih melanda beberapa pemukiman di Kota Tangerang, Sabtu (24/1/2026). Bahkan ada beberapa pemukiman yang masih terendam banjir hingga ketinggian 2 meter.
Seperti di Perumahan Periuk Damai dan Perumahan Total Persada, membuat ratusan warga mengungsi di beberapa titik. Seperti di gedung serba guna, dan masjid di dekat pemukiman warga yang memang titik bangunanya lebih tinggi dari pemukiman.
Setidaknya, warga sudah 2 malam menginap di pengungsian. Seperti Ahmad dan keluarganya, warga yang tinggal di Perumahan Total Persada ini mengaku bersama istri dan 2 anaknya, sudah berada di pengungsian sejak hari Kamis, 22 Januari 2026.
“Kemarin itu tingginya kayanya adalah 2 meteran, makanya sebelum itu langsung bawa anak istri ngungsi. Bawa barang dan surat berharga, alas tidur, baju ganti, pokoknya yang bisa dibawa 2 sampai 3 balikan aja, sisanya taro di lantai 2,” ungkapnya.
Ahmad mengaku, pemukimannya memang kerap kali kebanjiran bilamana ada tanggul penahan aliran kali jebol, ditambah hujan deras yang kali di dekat pemukimannya meluap.
“Jadi sudah siaga saja. Untungnya petugas Puskesmas di sini juga sudah siaga. Petugas yang lain juga, tau-tau sudah berdiri dapur umum, ada bapak-bapak TNI Polisi juga, jadi makasih banget kita jadi ngerasa enggak nanggung semua sendiri,” katanya.
Pengungsian
Sementara, hingga Jumat malam, Wali Kota Tangerang Sachrudin masih berkeliling meninjau tempat pengungsian, dapur umum, hingga titik banjir di Perumahan Periuk Damai dan Perumahan Total Persada.
Dia memastikan satu per satu kebutuhan pengungsi terpenuhi, mulai dari makanan, selimut, hingga perlengkapan bagi anak-anak, bahkan Sahrudin juga ikut membantu ibu-ibu di dapur umum menyiapkan makanan untuk para warga terdampak banjir.
Sebanyak 102 selimut, 21 paket perlengkapan anak, 800 paket nasi bungkus, serta 17 paket logistik berisi kebutuhan pokok kembali disalurkan untuk menunjang kenyamanan warga yang harus meninggalkan rumahnya sementara waktu.
Di sela peninjauan, Sachrudin menyempatkan diri berdialog dengan para pengungsi, mendengarkan keluhan sekaligus menyapa anak-anak yang berada di lokasi pengungsian. “Seluruh aparatur wilayah agar tingkatkan koordinasi lintas sektor, saling bantu, pantau terus situasi dan perhatikan para pengungsi, supaya dapat ditangani lebih cepat,” arahannya kepada para petugas.
Siaga
Sementara, dampak bajir juga terjadi di kecamatan lain di Kota Tangerang, seperti di pemukiman Pinang Griya di Kecamatan Pinang, Karang Tengah, dan di Cipondoh.
Pemkot Tangerang menegaskan akan terus siaga hingga kondisi dinyatakan aman dan warga dapat kembali beraktivitas. Di akhir kunjungannya, Sachrudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan dan menjaga solidaritas.
“Semoga dari bencana banjir ini, semakin menguatkan seluruh unsur masyarakat untuk bahu-membahu, gotong-royong, saling jaga, dan solid, dalam memitigasi dampak bencana,” katanya.

