Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Banjir di Jember: Jembatan Putus, Pesantren Terendam Air dan Ratusan Warga Mengungsi

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2/2026) sore hingga Jumat dini hari (13/2/2026), memicu bencana banjir. Sebanyak 17 desa di delapan kecamatan terendam luapan air, memaksa ratusan warga mengungsi.

​Hujan dengan intensitas tinggi yang tak kunjung reda menyebabkan debit air di delapan sungai besar, termasuk Sungai Bedadung, Kalijompo dan Gondangdia, melonjak drastis. Berdasarkan data BPBD Jember, air mulai menerjang permukiman sekira pukul 19.00 WIB

​”Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai dua meeter di titik-titik tertentu,” kata Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo, Jumat (13/2/2026).

​Bencana ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan urat nadi transportasi dan fasilitas publik. Genangan tinggi memicu kemacetan total di beberapa ruas jalan utama.

Tiga jembatan mengalami kerusakan serius. Bahkan, satu jembatan di Desa Suci, Kecamatan Panti, dilaporkan putus total diterjang banjir bandang.

“Satu pondok pesantren turut terendam, mengganggu aktivitas pendidikan agama di wilayah itu,” tambahnya.

Kecamatan Rambipuji terdampak paling signifikan dengan ketinggian air melampaui satu meter. Kondisi ini memaksa 299 warga meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan. Warga kini tersebar di beberapa titik pengungsian.

“Di Masjid Nurul Imam Curah Ancor 150 jiwa, di rumah warga yang aman dari banjir 135 jiwa dan balai Desa Rambipuji 14 jiwa,” paparnya.

​Saat ini, petugas gabungan BPBD masih berjaga di lapangan untuk melakukan evakuasi, pembersihan sisa lumpur, serta pendistribusian logistik ke dapur umum.

​”Petugas masih terus memantau debit sungai. Mengingat potensi hujan susu

Exit mobile version