
Banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 18 November 2025, merusak rumah, jalan, dan jembatan. Di Aceh, 250 meter ruas jalan di Nagan Raya putus total, satu jembatan penghubung antarkecamatan rusak, dan 799 site komunikasi lumpuh, membuat ratusan keluarga terisolasi.
Di Sumatera Barat, 13–14 kabupaten/kota terdampak, fasilitas air bersih PDAM rusak, sejumlah jembatan runtuh, dan 3.900 KK mengungsi. Kota Solok dan Padang menjadi daerah terparah.
Sumatera Utara melaporkan 116 korban meninggal, 42 hilang, dengan ribuan warga mengungsi. Aceh mencatat 35 meninggal, 25 hilang, dan 4.846 keluarga terdampak. Pemerintah menetapkan status tanggap darurat dan mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus.
