Site icon Info Bet Gratis – Main Zeus Gacor

Banjir dan Longsor di 5 Kecamatan Sukabumi, Wilayah Simpenan Terparah

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca ekstrem berupa hujan deras berintensitas tinggi yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak Minggu (24/5/2026) siang memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 11 titik bencana terjadi secara bersamaan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Ciemas, Cicurug, Ciambar, Cidahu, dan Simpenan.

Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Simpenan menjadi daerah dengan kondisi paling parah. Di kawasan tersebut, empat titik bencana terjadi hampir bersamaan.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan mayoritas kejadian berupa tanah longsor dan banjir limpasan akibat luapan sungai maupun air laut.

“Kami mencatat ada lima kecamatan yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem hari ini dengan total sebelas titik kejadian. Dampak paling parah terpantau di Kecamatan Simpenan, di mana terdapat empat titik bencana yang terjadi hampir bersamaan mulai pukul lima sore, baik berupa banjir yang menggenangi jalan provinsi maupun longsor yang menutup akses jalan nasional,” kata Daeng Sutisna saat dikonfirmasi pada Minggu (24/5/2026) malam.

Di Kecamatan Simpenan, bencana menyebabkan Tanggul Penahan Tanah (TPT) milik PAUD Al-Hadi di Kampung Cimapag, Desa Loji, longsor hingga materialnya menimpa bahu Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua.

Selain itu, banjir setinggi sekitar 30 sentimeter juga menggerus aspal jalan desa di Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang. Luapan air setinggi 30 hingga 40 sentimeter turut merendam ruas Jalan Provinsi Loji-Geopark.

Tak hanya itu, satu unit dapur milik warga bernama Sahyat di Kampung Cikuil, Desa Cihaur, dilaporkan ambruk setelah diterjang hujan deras.

Sementara di Kecamatan Ciemas, banjir rob di kawasan pesisir Pantai Palangpang merendam warung milik warga dan jalan utama provinsi.

Exit mobile version