
Amerika Serikat menyiagakan hampir 40.000 personel dan belasan kapal perang di Timur Tengah, bersama tujuh sayap udara masing-masing sekitar 70 pesawat, termasuk F-35, F-15, dan A-10. Pangkalannya tersebar di Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, UEA, serta kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford.
Spekulasi serangan ke Iran semakin memanas setelah Presiden Trump memberi ultimatum 15 hari terkait negosiasi nuklir. Beberapa pejabat AS menyebut targetnya adalah tokoh berpengaruh Iran yang terlibat militer, mirip strategi Israel dalam “Perang 12 Hari” tahun lalu, yang menewaskan setidaknya 20 komandan senior Iran.
Seluruh perangkat militer sudah siap, hanya menunggu lampu hijau untuk operasi. Skema penggulingan rezim tanpa invasi darat masif masih menjadi pertanyaan penting.
