Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, memastikan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) dan kekisruhan yang terjadi di negaranya, belum sampai berdampak terhadap pasokan dan harga BBM di Indonesia.
Adapun Venezuela merupakan negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, dengan jumlah sebesar 303 miliar barel atau setara 17 persen dari cadangan minyak dunia pada 2023. Kemelut yang terjadi di negara tersebut dikhawatirkan bakal ikut berdampak terhadap pasokan dan harga BBM di dalam negeri, namun Dirjen Migas menampiknya.
“Kita akan analisis. Tapi yang jelas kondisi di negara saat ini stabil, jadi tidak ada pengaruh apa-apa. Kita sampai hari ini belum melihat hal tersebut,” ujar Laode saat dijumpai di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Kendati begitu, Kementerian ESDM dan stakeholder terkait bakal terus mengamati situasi yang terjadi saat ini. Meskipun gejolak yang terjadi di Venezuela diklaim tidak sampai mengganggu distribusi minyak mentah ke dalam negeri, lantaran Indonesia tidak mendatangkannya dari negara tersebut.
“Antisipasi itu selalu ada. Kita sumber crude-nya bukan dari sana, tapi dari wilayah lain. Jadi masih stabil lah,” kata Laode.










