Arab Saudi Larang Impor Unggas RI, Mentan Amran: Peluang Buat Produk Olahan!

Diposting pada

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menanggapi larangan Arab Saudi mendatangkan unggas dari Indonesia. Menurutnya, hal ini malah akan membuka peluang pendapatan lebih besar.

Dia mengatakan larangan Arab Saudi tak berlaku untuk produk olahan unggas. Melalui ekspor olahan unggas, nilainya bisa didapat lebih besar.

“Iya, itu untuk unggas, tapi olahan tidak (dilarang Arab Saudi). Ya kita olah, justru nilainya lebih tinggi. Itulah kalau pebisnis,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Dalam hitungannya, harga jual produk olahan unggas bisa naik dua kali lipat. Dengan asumsi unggas hidup Rp 30.000 per kilogram (kg), maka produk olahan bisa dijual hingga Rp 60.000 per kg kemasan.

“Kalau ayam aku ekspor, harganya katakanlah Rp 30.000 per kilogram (kg). Kalau ini barang jadi, berapa kali lipat? dua kali lipat. Pilih mana yang diekspor? Justru kita bersyukur, karena Arab itu melarang untuk unggas. Ini aku kirim. Senang Rp 60.000 atau Rp 30.000? Rp 60.000,” tuturnya.

Amran juga menegaskan, larangan tersebut tak mengganggu ekosistem peternakan di Tanah Air. “Tidak berpengaruh, diolah. Justru itulah tujuan perintah Bapak Presiden, kita hilirisasi. Hilirisasi adalah kita olah bahan baku menjadi bahan jadi. Ini naik 100%, dan ini tujuannya, termasuk kakao kelapa dan seterusnya,” beber dia.