Jakarta – Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan dalam lima hari terakhir menjadi perhatian kepolisian. Di tengah kondisi tersebut, Polda Sulsel mengungkap 10 kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan 17 tersangka dan ribuan liter BBM sebagai barang bukti.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya bersama jajaran telah menganalisis kondisi antrean di sejumlah SPBU. Polisi kemudian mengambil sejumlah langkah, mulai dari pengamanan hingga penegakan hukum.
“Lima hari terakhir kita disibukkan dengan adanya berbagai antrean di SPBU, di mana antrean ini menimbulkan situasi yang mungkin menjadi perhatian publik,” kata Djuhandani, Senin (14/9/2026).
“Kami sampaikan bahwa Polda Sulawesi Selatan beserta jajaran menganalisa situasi tersebut. Kemudian kami mengambil langkah-langkah,” sambungnya.
Sebagai langkah awal, personel Polda Sulsel dan Polres jajaran ditempatkan di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul akibat antrean panjang.
“Yang pertama adalah secara preventif, kami turunkan di seluruh jajaran, termasuk dari Polda dan Polres jajaran, untuk melaksanakan pengamanan terhadap objek-objek, khususnya SPBU,” ujar Djuhandani.
“Pengamanan-pengamanan ini untuk menanggulangi permasalahan antrean yang kita lihat, kita ketahui itu menjadi perhatian publik, termasuk perhatian dari tingkat pusat, baik itu dari Mabes Polri,” lanjutnya.
Menurut Djuhandani, antrean kendaraan mulai berkurang sejak akhir pekan setelah Polda Sulsel berkoordinasi dengan Pertamina, pemerintah daerah, dan TNI.
“Syukur alhamdulillah, setelah melalui proses yang kita lakukan dengan bekerja sama dengan Pertamina, pemerintah daerah dan juga TNI, kita saat ini bisa mengendalikan situasi antrean,” katanya.
“Kalau kita lihat, kita pantau mulai hari Sabtu, Minggu sudah cenderung menurun,” sambung Djuhandani.










