Liputan6.com, Jakarta – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan di Thailand. Dari ibu kota Bangkok hingga wilayah utara seperti Chiang Rai, pengendara terpantau mengantre panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar pada Selasa.
Kondisi ini terjadi seiring menipisnya pasokan dan kekhawatiran akan kenaikan harga dalam waktu dekat.
Dikutip dari New Straits Times, Rabu (18/3/2026), Pemerintah Thailand sebelumnya menetapkan batas harga eceran solar sebesar 33 baht per liter. Kebijakan ini diambil setelah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran mengganggu jalur distribusi serta merusak fasilitas minyak di Timur Tengah, sehingga mendorong kenaikan harga minyak global.
Namun, kebijakan pembatasan harga tersebut berakhir pada Selasa. Meski Menteri Perhubungan Thailand menyebut kenaikan harga pada Rabu hanya akan kurang dari 1 baht per liter, banyak warga khawatir lonjakan harga yang lebih besar akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Di sejumlah wilayah, pasokan BBM bahkan dilaporkan mulai menipis.
Di Chiang Rai, puluhan kendaraan terlihat mengantre di luar SPBU. Bahkan, beberapa stasiun terpaksa menolak kendaraan karena kehabisan bahan bakar.
Salah satu SPBU hanya menerima pasokan 8.000 liter solar pada hari tersebut, atau sekitar sepertiga dari pasokan normal. Selain itu, tidak tersedia bensin jenis 95.
“Tidak cukup untuk pelanggan,” ujar seorang pegawai, Kanokwan Kantip.










