Antisipasi Super Flu, Pemprov DKI Sediakan Vaksin Influenza Berbayar di Tempat-Tempat Ini

Diposting pada

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi penyebaran super flu di ibu kota. Meski hingga kini belum ada laporan temuan kasus tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan vaksin influenza yang bisa diperoleh masyarakat secara berbayar di fasilitas kesehatan (faskes) di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

“Saya sudah sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas untuk masyarakat yang ingin vaksinasi ya dipersilakan,” kata Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Pramono telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) soal penanganan dan antisipasi potensi penyebaran Super Flu. Meskipun, varian Super Flu disebut tidak berbahaya seperti Covid-19.

“Super Flu ini tidak seperti Covid-19 dan mudah-mudahan Jakarta mempersiapkan untuk itu kalau memang ada pasien yang terkena di Jakarta. Mudah-mudahan saya sendiri berharap tidak ada di Jakarta,” jelasnya.

Vaksin Influenza Efektif Tangkal Super Flu

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menerangkan meski vaksin influenza saat ini belum masuk dalam kategori vaksin program, tetapi cukup efektif untuk menangkal berbagai varian flu, termasuk varian H3N2.

“Jadi artinya belum vaksin program, masih berbayar gitu. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami,” kata Ani.

Dari penelusuran Liputan6.com, harga vaksin influenza di RSUD berkisar Rp 200.000-Rp 300.000 bergantung pada jenis vaksinnya.

62 Kasus Terdeteksi Sampai Desember 2025

Kementerian Kesehatan mengidentifikasi sebanyak 62 kasus super flu atau influenza A (H3N2) di Indonesia hingga akhir Desember 2025. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus menyebut angka tersebut merupakan kasus yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, namun kemungkinan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

“Hari ini kasus di Indonesia 62 yang ditemukan dan diperiksa di laboratorium, kemungkinan lebih dari 62 kasus,” ujar dr. Benjamin saat ditemui awak media di SMK Negeri 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pria yang karib disapa dr. Benny memastikan situasi masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.

Menanggapi istilah super flu yang beredar di masyarakat, dr. Benjamin menegaskan bahwa influenza A (H3N2) bukanlah ancaman baru. Influenza A (H3N2) merupakan virus yang sudah lama dikenal di dunia medis dan memiliki pola musiman yang relatif konsisten setiap tahunnya di Indonesia.

“Super flu aman, super flu itu H3N2, terjadi pertama kali di Amerika, influenza itu kan ada tipe ABCD, ini tipe A (H3N2) subclade K, ada genom khusus, karena flu itu setiap tahun dia berubah mengalami replikasi, jadi vaksin untuk flu setiap tahun itu berubah selalu baru,” jelasnya.

Menurutnya, karena virus influenza terus mengalami perubahan, vaksin flu memang disesuaikan setiap tahun. Namun, hal tersebut merupakan kondisi yang lazim dalam penanganan influenza secara global.