Liputan6.com, Washington, DC – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemlu AS) mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan belasan negara di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Peringatan tersebut dikeluarkan pada Senin (2/3/2026) waktu setempat, setelah dalam beberapa hari terakhir Kementerian Luar Negeri AS memperbarui imbauan perjalanan untuk sejumlah negara di kawasan tersebut dengan merekomendasikan agar warga AS tidak melakukan perjalanan ke sana.
Imbauan terbaru AS berlaku untuk Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, wilayah Tepi Barat dan Gaza yang diduduki, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler Mora Namdar menyampaikan bahwa warga negara AS harus “SEGERA PERGI” dari negara-negara yang tercantum dengan menggunakan transportasi komersial yang tersedia karena risiko keselamatan yang serius.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kedutaan Besar AS di Amman, Yordania, mengumumkan bahwa para personelnya telah meninggalkan lokasi diplomatik tersebut karena adanya ancaman.
Situasi ini terjadi setelah pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran yang menewaskan banyak pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan ke Israel dan berbagai wilayah di kawasan tersebut yang menjadi tuan rumah pasukan AS.
Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa konflik militer dengan Iran semula diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima pekan. Namun, ia menambahkan bahwa durasinya berpotensi lebih lama dari perkiraan awal.










