Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat ketegangan Timur Tengah. Harga BBM subsidi saat ini Pertalite di angka Rp 10.000 dan Solar subsidi dibanderol Rp 6.800 per liter.
Airlangga menjelaskan, pemerintah masih terus mencermati dinamika konflik di kawasan tersebut serta pengaruhnya terhadap pergerakan harga minyak mentah global sebelum memutuskan kebijakan lanjutan.
“Belum (menaikkan harga BBM subsidi). Kan (asumsi makro) APBN kita kemarin di USD 70 per barel (ICP). Jadi kita tunggu saja,” ujar Airlangga kepada wartawan usai menghadiri acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor, Kamis (5/3/2026).
Airlangga menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario sebagai langkah antisipasi jika konflik di kawasan tersebut berlangsung dalam waktu yang lebih lama.
“Sampai kapan, ya perang bisa 3 bulan, bisa 6 bulan, bisa lebih. Jadi kita masing-masing (menyiapkan) ada skenario,” ujarnya.










