Liputan6.com, Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menunjuk Ahmad Vahidi sebagai komandan baru untuk menggantikan Mohammad Pakpour. Penunjukkan ini dilaporkan kantor berita Iran Khabar Online.
Vahidi sebelumnya menjabat sebagai penasihat IRGC. Sementara Mohammad Pakpour tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel baru-baru ini.
“Vahidi ditunjuk untuk menggantikan Mohammad Pakpour,” demikian laporan Khabar Online, dilansir Antara, Minggu (1/3/2026)
Selain Mohammad Pakpour, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei juga tewas. Kepala Staf militer Iran Abdulrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Komandan IRGC Pakpour, dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani juga ikut tewas.
Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran
Iran memulai proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran setelah Ali Khamenei gugur dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini diumumkan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.
“Menurut pasal 111 Konstitusi Iran, dalam hal kematian pemimpin tertinggi, Majelis Ahli harus memilih pemimpin tertinggi yang baru secepatnya,” kata Larijani, disiarkan televisi nasional Iran.
“Majelis Ahli akan bersidang hari ini dan prosesnya akan dimulai,” ucap dia, menambahkan.
Saat ini, kekosongan jabatan pemimpin tertinggi Iran diisi sementara oleh Mohammad Mokhber. Dia merupakan Wakil Presiden Pertama Iran.
“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” ungkap kantor berita IRNA mengutip Wapres Mokhber.
AS-Israel Serang Iran hingga Tewaskan Ali Khamenei
Pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.
Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis mereka, bersumpah akan membalas kematian Khamenei.

