Liputan6.com, Beijing – Seorang pengusaha muda di Tiongkok menjadi perbincangan warganet setelah memasang spanduk di kaca belakang mobilnya demi membuka jalan di tengah kemacetan arus mudik Tahun Baru Imlek. Pesan yang ia tulis sederhana: meminta pengemudi lain memberi jalan karena ia hendak melamar sang kekasih.
Video yang beredar di media sosial pada Februari lalu memperlihatkan spanduk merah bertuliskan, “Saudara-saudara, izinkan saya lebih dulu. Saya menuju Guizhou untuk melamar kekasih saya.” Aksi itu sontak menarik perhatian para pengguna jalan, dikutip dari Oddity Central, Rabu (4/3/2026).
Pemilik mobil tersebut, Tan (26), berasal dari Provinsi Jiangxi dan menjalankan usaha di Fujian. Kepada Jiangxi TV, ia mengungkapkan bahwa kekasihnya pulang ke kampung halaman di Guizhou untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Keduanya telah menjalin hubungan selama empat tahun sejak bertemu di bangku kuliah.
Tan menempuh perjalanan sejauh 932 kilometer seorang diri. Di tengah kepadatan lalu lintas Festival Musim Semi yang dikenal ekstrem, spanduk itu dipasang untuk mempermudah perjalanan sekaligus membagikan kebahagiaannya kepada sesama pengemudi.
Respons yang diterima di luar dugaan. Sejumlah pengendara secara sukarela memberi jalan, membunyikan klakson tanda dukungan, bahkan ada yang turun dari kendaraan untuk menyampaikan ucapan selamat. Tan tiba di Guizhou setelah 12,5 jam perjalanan, dan sang kekasih menerima lamarannya.
Kisah tersebut viral dengan lebih dari dua juta penayangan. Warganet membanjiri kolom komentar dengan ucapan selamat, sekaligus pesan agar Tan menjaga komitmennya setelah mendapat “restu” dari para pengguna jalan.
Jalanan yang Sangat Macet
Perjalanan liburan Tahunan Festival Musim Semi di Tiongkok, atau Chunyun, yang dijuluki migrasi manusia terbesar di dunia, sedang berlangsung, dengan perkiraan 9,5 miliar perjalanan penumpang dari tanggal 2 Februari hingga 13 Maret.
Dengan tiket kereta api dan penerbangan yang sangat diminati, sekitar 80 persen pelancong memilih untuk mengemudi dan lalu lintas jalan raya harian diperkirakan mencapai 71 juta kendaraan. Hal ini telah menyebabkan kemacetan parah di seluruh negeri.
Untuk menghindari keramaian, beberapa perusahaan telah memperkenalkan layanan helikopter bagi para pelancong yang mencari alternatif.










