AC Milan resmi melakukan perombakan besar setelah gagal lolos ke Liga Champions UEFA musim depan. Rossoneri memecat pelatih Massimiliano Allegri bersama tiga petinggi klub dalam satu pengumuman resmi.
Keputusan itu diambil sehari setelah Milan kalah 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Serie A. Kekalahan tersebut membuat Milan gagal finis di empat besar klasemen.
Selain Allegri, Milan juga mengakhiri kerja sama dengan CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, dan direktur teknis Geoffrey Moncada.
Milan Sebut Musim Ini Gagal Total
Dalam pernyataan resminya, manajemen Milan mengakui musim 2025/2026 berjalan jauh dari target klub.
“Periode akhir musim sama sekali tidak mencerminkan performa sebelumnya, dengan kekalahan mengecewakan pada laga terakhir mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tidak terbantahkan,” tulis pernyataan resmi klub.
Meski melakukan perubahan besar, pemilik klub Gerry Cardinale tetap mempertahankan Zlatan Ibrahimovic sebagai penasihat khusus klub.
Allegri Hanya Bertahan Semusim
Allegri hanya bertahan satu musim di San Siro. Dari total 42 pertandingan, ia mencatat 22 kemenangan, 10 imbang, dan 10 kekalahan.
Sementara Igli Tare juga baru bergabung musim panas lalu sebagai bagian proyek baru Milan yang kini gagal total.
Manajemen klub kini mulai mencari pelatih anyar serta menyusun ulang struktur olahraga untuk menghadapi musim depan.
Analisis: Krisis Milan Bukan Sekadar Soal Pelatih
Pemecatan Allegri dan tiga petinggi sekaligus menunjukkan masalah AC Milan musim ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di level manajemen.
Rossoneri sebenarnya sempat bersaing di papan atas Serie A, namun kehilangan konsistensi di fase akhir musim. Hal itu memperlihatkan lemahnya kedalaman skuad serta buruknya stabilitas internal klub saat menghadapi tekanan.
Keputusan mempertahankan Zlatan Ibrahimovic juga menarik perhatian. Milan tampaknya masih melihat Zlatan sebagai figur penting dalam proyek jangka panjang klub, meski perannya kini lebih besar di balik layar.
Perombakan besar ini menjadi sinyal bahwa Milan ingin memulai era baru. Namun tekanan terhadap manajemen baru akan sangat besar karena suporter menuntut klub segera kembali bersaing di papan atas Italia dan Eropa.

