Liputan6.com, Jakarta – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Jakbar) memangkas 60 pohon yang tersebar di delapan kecamatan sebagai langkah antisipasi tumbang saat cuaca ekstrem.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakbar Dirja Kusuma mengatakan, salah satu titik yang difokuskan adalah Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk.
“Total yang ditoping (dipangkas) hari ini sebanyak 60 pohon,” ujar Dirja saat dikonfirmasi di Jakarta, melansir Antara, Minggu (4/1/2026).
Dia mengatakan, pihaknya mengerahkan 116 personel serta 17 truk pengangkut dalam kegiatan pemangkasan serentak itu.
“Personel gabungan dari Sudin Tamhut Jakarta Barat dengan Bidang Jalur Dinas Tamhut DKI dan masing masing Satpel kecamatan, totalnya 116 orang. Kendaraan yang dikerahkan sebanyak 17 truk dan satu mobil pengangkat beban (crane),” papar Dirja.
Sebelumnya, Sudin Tamhut Jakarta Barat (Jakbar) menambah personel pemangkasan pohon di setiap Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan untuk mengantisipasi pohon tumbang pada musim hujan.
“Kita bakal menambah personel pemangkasan. Jadi yang kita tambah itu petugas yang bisa operasikan sensor,” kata Dirja saat dihubungi di Jakarta, Kamis 18 Desember 2025.
Setiap Satpel Tamhut Kecamatan akan mendapat tambahan empat hingga lima personel pemangkasan pohon.
Saat ini, kata Dirja, Sudin Tamhut Jakbar punya 12 tim pemangkasan yang terdiri dari delapan untuk setiap kecamatan dan empat di tingkat kota. Setiap tim ada enam sampai tujuh personel sehingga totalnya dari 12 tim itu 80 personel.
“Personel tambahan itu akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025. “Nah, yang kita tambah itu untuk satpel di setiap kecamatan,” katanya.
Selama tahun 2025, pihaknya telah melakukan pemangkasan pohon di delapan wilayah kecamatan untuk mencegah kejadian tumbang.
“Hingga bulan Desember 2025 Minggu kedua, kita telah melakukan pemangkasan ringan, sedang, berat, tebang, sempal dan tumbang, itu sekitar 9.346 pohon,” jelas Dirja.
Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA) DKI Jakarta melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026.
“Upaya tersebut meliputi pembangunan tanggul darurat, penyiagaan pompa air ‘stationer’ maupun ‘mobile’ serta pengoperasian pintu air di sejumlah titik pesisir utara Jakarta,” ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum di Jakarta, melansir Antara, Sabtu 3 Januari 2026.










