
Seorang guru SMK berinisial BS di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh lima oknum prajurit TNI Angkatan Laut. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka-luka hingga harus dirujuk ke RS Prof Kandou Manado untuk perawatan lanjutan.
Kelima prajurit yang terlibat kini ditahan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AL dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. TNI AL memastikan kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Komandan Koarmada VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa TNI AL tidak mentolerir pelanggaran hukum oleh anggotanya. Ia juga menegaskan akan dilakukan evaluasi serius dalam pembinaan personel.
Selain itu, pihak TNI AL telah memberikan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Aparat gabungan TNI–Polri turut bergerak cepat untuk mengamankan situasi pascakejadian.
