Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) menyalurkan layanan kesehatan gratis kepada lebih dari 4.000 penyintas bencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Program tersebut dilaksanakan sejak November 2025 hingga awal Januari 2026 sebagai respon kemanusiaan terhadap korban bencana.
Ketua Baznas RI Noor Achmad menyampaikan layanan kesehatan merupakan respon darurat Baznas untuk melindungi kelompok rentan pascabencana terutama anak-anak, lansia, dan masyarakat di lokasi pengungsian.
“Layanan bantuan tersebut akan dilakukan penambahan pada masa mendatang,” ujar Noor Achmad dilansir Antara, Selasa (6/1/2026).
“Baznas berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Penanganan kesehatan menjadi prioritas karena sangat menentukan proses pemulihan masyarakat secara menyeluruh,” sambung dia.
Noor Achmad mengatakan, di Provinsi Aceh, tercatat sebanyak 462 penerima manfaat kesehatan melalui pemeriksaan medis, pemberian obat-obatan, dan dukungan kesehatan pada sejumlah kabupaten terdampak.
“Di Sumatera Utara tercatat sebanyak 1.841 penerima layanan kesehatan di lokasi pengungsian maupun permukiman warga terdampak,” kata dia.
Sementara itu, lanjut Noor Achmad, di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1.736 penerima yang turut memperoleh layanan serupa dari tim medis.
Layanan Kesehatan Menjangkau Pengungsian dan Permukiman Warga
Menurut Noor Achmad, layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mempercepat proses pemulihan kesehatan para penyintas.
“Layanan ini juga diharapkan bisa menjadi keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas,” terang dia.
Kemudian, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan menjelaskan, layanan kesehatan ini dilaksanakan oleh tim medis Rumah Sehat Baznas yang terdiri atas dokter, perawat, apoteker, dan bidan, serta didukung oleh jejaring Baznas provinsi dan kabupaten/kota.
“Layanan kesehatan Baznas tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif, termasuk edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit di lingkungan pengungsian,” kata dia.
“Kami memastikan bantuan kesehatan tepat sasaran dan menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan, kami juga memberikan layanan psikososial bagi anak-anak penyintas,” sambung Saidah.
Baznas telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan meliputi layanan kesehatan, distribusi logistik pangan dan non-pangan, penyediaan air bersih, layanan dukungan psikososial, bantuan pendidikan, dan berbagai layanan pendukung lainnya.
“Hingga 4 Januari 2026 mencatat Baznas telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan di Sumatera bagi 122.133 penerima manfaat,” tutup Saidah.










