3 Jasad Ditemukan di Aceh Utara, Total Jumlah Korban Bencana Sumatra Jadi 1.157

Diposting pada

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Kamis (1/1/2026) total korban jiwa telah mencapai 1.157 orang, setelah ditemukannya tiga jasad di Aceh Utara.

Kepala Pusat Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, mengatakan penemuan tiga jasad itu merupakan hasil dari operasi pencarian dan pertolongan yang masih terus dilakukan di tiga provinsi terdampak.

“Pada hari ini ada tiga jasad yang ditemukan di Aceh Utara, sehingga ini menambah jumlah total rekapitulasi korban jiwa meninggal dunia dari 1.154 jiwa per kemarin menjadi hari ini 1.157 jiwa,” kata Abdul dalam konferensi pers daring, Kamis (1/1/2026).

Sementara itu, sebanyak 165 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Di sisi lain, sebanyak 380.360 jiwa hingga kini masih berada di pengungsian.

Abdul menyampaikan, operasi pencarian tidak dihentikan dan masih difokuskan untuk menekan jumlah korban yang masuk dalam daftar pencarian.

“Operasi pencarian masih terus dilakukan, sampai kita mengupayakan jumlah korban atau daftar nama-nama yang masih masuk dalam daftar pencarian orang itu berkurang seminimal mungkin,” ungkap dia.

Huntara

Untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, pemerintah telah menyiapkan lebih dari 1.050 unit hunian sementara (huntara), terutama di wilayah Aceh Tamiang dan sejumlah daerah lain.

“Sudah ada lebih kurang 1.050 Huntara yang sebagian besar sudah siap huni bagi saudara-saudara kita di Aceh Tamiang dan di beberapa tempat lainnya,” ujar Abdul.

Bansos

Selain hunian, para korban terdampak juga akan menerima berbagai bentuk bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat, semisal dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa perabotan rumah tangga.

“Dan masih ada beberapa jenis dukungan lainnya yang akan diberikan oleh beberapa kementerian lembaga untuk benar-benar bisa melakukan percepatan pemulihan ekonomi dan hidup, serta penghidupan saudara-saudara kita di daerah terdampak,” kata dia.