
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memperkirakan sekitar 28 juta orang Indonesia mengalami masalah kejiwaan, mulai dari depresi, gangguan kecemasan (anxiety), hingga kondisi lebih berat seperti skizofrenia dan ADHD. Angka ini merujuk pada rasio global dari WHO, yakni 1 dari 8–10 orang berpotensi memiliki gangguan mental.
Hasil skrining CKG (Cek Kesehatan Gratis) menunjukkan gejala depresi dan kecemasan lebih tinggi pada anak sekolah dan remaja. Dari 7,5 juta peserta, 4,8% anak terdeteksi depresi dan 4,4% mengalami kecemasan. Sementara itu, pada kelompok dewasa dan lansia, gejala depresi tercatat 0,9%, dan kecemasan 0,8%.
Menkes menekankan bahwa data ini baru sebagian kecil gambaran sebenarnya. Kemenkes pun telah menyiapkan tata laksana pelayanan kesehatan jiwa, termasuk pengobatan dan layanan psikologis, untuk menangani masalah mental di masyarakat.
